Sidang Kedua Kasus Pembunuhan Abdul Rahman dan Edison Raka, 15 Tersangka Dituntut Pasal Berbeda

0
30

Merpatinews.com (Lampung Tengah)- Sebanyak 15 orang ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Abdul Rahman (60) Warga Kampung Bumi Aji, dan Edison Raka (40) Warga Kampung Haji Pemanggilan Kecamatan Anaktuha, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) pada Januari 2021 lalu.

Hal ini diungkapkan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lampung Tengah, Rizka Nurdiansyah, S.H., usai menjalani sidang kedua dengan agenda mendegarkan keterangan saksi-saksi di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Gunungsugih, Kamis (8/7/2021).

Rizka menjelaskan, dari 15 tersangka tersebut dituntut dengan pasal berbeda. Untuk 10 orang dikenakan pasal 338 tentang pembunuhan, dan 5 orang lainnya dikenakan pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi dipersidangan sudah mengarah bahwa para terdakwa melakukan pembacokan,” kata Riska.

Sementara untuk perkara 365, agenda sidang ditunda lantaran para saksi belum siap memberikan keterangan dalam persidangan dan akan dilanjutkan pada Senin (12/7/2021) mendatang.

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan yang menewaskan korban Abdul Rahman (60) Warga Kampung Bumi Aji, dan Edison Raka (40) Warga Kampung Haji Pemanggilan Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) terjadi beberapa waktu lalu telah memasuki sidang perdana dengan agenda mendengarkan dakwaan dari Penuntut Umum, yang digelar di Kantor Pengadilan Negeri (PN) Gunungsugih Lampung Tengah, Kamis (1/7/2021).

Humas PN Gunungsugih, Aristian Akbar mengatakan, sidang perdana untuk mendengarkan dakwaan dari penuntut umum tersebut berjalan lancar sampai dengan selesai.

“Dalam sidang, dakwaan akan dibacakan apa yang didakwakan kepada para terdakwa. Kemudian akan diminta pendapat kepada terdakwa apakah keberatan atau mengajukan eksepsi terhadap apa yang didakwakan kepada dirinya,” ujar Aristian kepada sejumlah media diruang Mediasi PN Gunungsugih. (rls/gs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here